Newsletter subscribe

Politics

Priyo: Kita Bicara Pileg dan Promosi, Tapi Nama Kita Tenggelam

Posted: 25/02/2019 at 1:56 pm   /   by   /   comments (0)

Pada 17 April 2019 mendatang, serentak, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan menjadi pesta demokrasi bangsa Indonesia dan merupakan merupakan percobaan paling berani dilakukan oleh bangsa ini.

Priyo Budi Santoso, politisi senior yang kini bernaung di bawah Partai Berkarya menegaskan hal tersebut dalam diskusi “Menjaga Suara Rakyat”, Jakarta, Sabtu (23/2/2019). Dijelaskan bahwa hal itu tidaklah efektif mengingat banyak kerugian yang dialami oleh caleg. “Kita bicara pileg dan promosi, tapi nama kita tenggelam. Karena banyak yang bicara pilpres,” kata Priyo.

Pria asal Trenggalek tersebut menyoroti hingar bingar dinamika Pemilu Presiden yang lebih kental dibandingkan Pemilu Legislatif. “Di sana, Surabaya suasana hiruk pikuk pilpres dan pileg. Yang lebih banyak baliho yang ditempel itu adalah pilpres. Masyarakat bingung. Saya tanya ke konsultan itu tidak efektif pasang baliho. Sehingga saya tidak terlalu banyak di baliho. Yang lebih efektif adalah relawan. Atau ketuk pintu,” imbuhnya.

Politisi yang pernah duduk sebagai Ketua DPR RI ini terkejut dengan jumlah pemilih atau Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebesar 192 juta jiwa. Menurutnya, banyak terjadinya tumpang tindih dalam menetapkan hal itu.

“Sudah kita telusuri masih banyak tumpang tindih dan angkanya mencengangkan. Saya tidak akan sampaikan karena mencapai sekian juta. Pada saatnya kami akan mengecek langsung ke KPU mengenai ini. Saya khawatir ini akan menimbulkan kerisauan. Nanti kita mutakhirkan lagi data ini,” ucapnya.

Dalam diskusi, Priyo pun khawatir surat suara pemindahan tidak dapat suara. Ini seharusnya bisa diantisipasi dari dulu, karena mereka dapurnya.

“Ini yang jadi soal. Kalau menurut UU yang saya ingat, itu ada tenggang dua persen jumlah kertas suara yang di mungkin. Misalnya pengalaman dua persen ini di distribusikan ke TPS. Dengan demikian, dari dua persen masing-masing misalkan 200 dari pemilih. Ada tenggang empat sampai lima surat suara. Kalau ada yang pindah lebih 10 juta itu patut ditelusuri, kalau ratusan ribu itu masih wajar,” sebutnya.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website